manusia ganteng 2020
presiden 2020
mas iwan nurhuda
Senin, 30 Maret 2015
Rabu, 25 Maret 2015
chord anak kost.
selamat siang apa kabar para penduduk, hehe
kali ini mas iwan mau post chord dan lirik lagu yg judulnya Anak Kost.
judul - Anak Kost
kali ini mas iwan mau post chord dan lirik lagu yg judulnya Anak Kost.
judul - Anak Kost
C g am
Dengarkanlah duhai sayangku
F g c
lagu ini ku ciptakan untukmu
c g am
agar engkau dapat mengerti
f g c
semua ini tentang kisah nyataku
c g am
aku bukanlah anak bos,
f g c
aku ini hanyalah anak kost
c g am
hidupku tak boleh boros
f g c
karna aku harus bayar kost,
c g am
hidupku ini penuh dengan derita,
em f d g
penuh tangis batin yang membara
c g am em f d g
setiap hari belum tentu aku makan
karna harus irit beban bulanan,
c g am em
ada pun ku makan hanya alakadarnya
f d g
kadang nasi dengan sambel saja,
c g am em f d g
kuatkanlah perasaanmu sayang jika
engkau memang benar cinta,
c g am em
jika engkau malu punya pacar seperti
aku,
f d g
kuizinkan kau tuk tinggalkan aku...
c g am f g c
How...sayang….. engkau itu anak orang
kaya,
C g am
Aku ini hanyalah
F g c
anak orang tak punya
Dengarkanlah duhai sayangku
F g c
lagu ini ku ciptakan untukmu
c g am
agar engkau dapat mengerti
f g c
semua ini tentang kisah nyataku
c g am
aku bukanlah anak bos,
f g c
aku ini hanyalah anak kost
c g am
hidupku tak boleh boros
f g c
karna aku harus bayar kost,
c g am
hidupku ini penuh dengan derita,
em f d g
penuh tangis batin yang membara
c g am em f d g
setiap hari belum tentu aku makan
karna harus irit beban bulanan,
c g am em
ada pun ku makan hanya alakadarnya
f d g
kadang nasi dengan sambel saja,
c g am em f d g
kuatkanlah perasaanmu sayang jika
engkau memang benar cinta,
c g am em
jika engkau malu punya pacar seperti
aku,
f d g
kuizinkan kau tuk tinggalkan aku...
c g am f g c
How...sayang….. engkau itu anak orang
kaya,
C g am
Aku ini hanyalah
F g c
anak orang tak punya
Senin, 23 Maret 2015
Legenda Aji Saka (Asal-usul Aksara Jawa)
Mendengar kebengisan Prabu Dewata Cengkar, seorang pengembara bernama Aji Saka bermaksud menghentikan kebiasaan sang raja. Aji Saka mempunyai 2 orang abdi yang sangat setia bernama Dora dan Sembada. Dalam perjalanannya ke kerajaan Medhangkamulan,Aji Saka mengajak Dora, sedangkan Sembada tetap ditempat karena harus menjaga sebuah pusaka sakti milik Aji Saka. Aji Saka berpesan kepada Sembada, agar jangan sampai pusaka itu diberikan kepada siapapun kecuali aku (Aji Saka).
Setelah beberapa waktu, sampailah Aji Saka di kerajaan Medhangkamulan yang sepi. Rakyat di kerajaan itu takut keluar rumah, karena takut menjadi santapan lezat sang raja yang bengis. Aji Saka segera menuju istana dan menjumpai sang patih. Dia berkata kalau dirinya sanggup dan siap dijadikan santapan Prabu Dewata Cengkar.
Tibalah pada hari dimana Aji Saka akan dimakan oleh Prabu Dewata Cengkar. Sebelum dimakan, sang prabu selalu mengabulkan 1 permintaan dari calon korban. Dan Aji Saka dengan tenang meminta tanah seluas syurban kepalanya. Mendengar permintaan Aji Saka, Prabu Dewata Cengkar hanya tertawa terbahak-bahak,dan langsung menyetujuinya. Maka dibukalah kain syurban penutup kepala Aji Saka.
Aji Saka memegang salah satu ujung syurban, sedangkan yang lain dipegang oleh Prabu Dewata Cengkar. Aneh, ternyata syurban itu seperti mengembang sehingga Dewata Cengkar harus berjalan mundur, mundur, dan mundur hingga sampai di tepi pantai selatan. Begitu Dewata Cengkar sampai di tepi pantai selatan, Aji Saka dengan cepat mengibaskan syurbannya sehingga membungkus badan Dewata Cengkar, dan menendangnya hingga terjebur di laut selatan. Tiba-tiba saja tubuh Dewata Cengkar berubah menjadi buaya putih. “Karena engkau suka memakan daging manusia, maka engkau pantas menjadi buaya, dan tempat yang tepat untuk seekor buaya adalah di laut” demikian kata Aji Saka.
Sejak saat itu, Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh Aji Saka. Seorng raja yang arif dan bijaksana. Tiba-tiba Aji Saka teringat akan pusaka saktinya, dan menyuruh Dora untuk mengambilnya. Namun Sembada tidak mau memberikan pusaka itu, karena teringat pesan Aji Saka. Maka terjadilah pertarungan yang hebar diantara Dora dan Sembada. Karena memiliki ilmu dan kesaktian yang seimbang, maka meninggallah Dora dan Sembada secara bersamaan.
Aji Saka yang teringat akan pesannya kepada Sembada, segera menyusul. Namun terlambat, karena sesampai di sana, kedua abdinya yang sangat setia itu sudah meninggal dunia. Untuk mengenang keduanya, maka Aji Saka mengabadikannyadalam sebuah Aksara / Huruf :
Ha Na Ca Ra Ka (ono utusan = ada utusan)
Da Ta Sa Wa La (padha kekerengan = saling berkelahi)
Pa Da Ja Ya Nya (padha digdayane = sama-sama saktinya)
Ma Ga Ba Tha Nga (padha nyunggi bathange = saling berpangku saat meninggal)
sekian dulu gan postingan dari mas iwan..
Senin, 19 November 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
